KUDUS | Info Lintas Muria - Perselisian pemain dan official club volly
VOTKA ini bermula sabtu (15/11), ketika itu para pemain sedang
malakukan latihan rutin setiap sore, bola yang dismes masuk ke dalam
rumah Mohtar 30, yang rumahnya berdekatan dengan lapangan volly,
dan bola masuk melaui pintu rumah yang saat itu sedang terbuka. Spontan
si empunya rumah yang saat itu bergegas memungut bola,
kemudian di tendang berlawanan arah dengan anak anak yang sedang
latihan volly.
Perselisihan seharusnya sudah selesai dengan kata damai, ketika Mansyur 30, salah satu dr official club volly Votka yang datang ke rumah Mohtar, ia ditemui orang tuanya, dan mereka akhirnya sepakat untuk untuk saling memaafkan, agar tidak ada dendam antara pemain volly dan Mohtar, sehingga para pemain bisa berlatih tanpa ada ganjalan, yang membuat mereka tidak tenang, dan tidak bisa maksimal berlatih. Namun tak tau kenapa, selepas mereka berdamai, Mohtar malah menemui Syarif 17 salah satu dari pemain volly, dan mengatakan "silahkan jika lapangan volly mau di pagar keliling, kalau yang punya tanah boleh".
Ucapan oelh Syarif dkk dianggap sebagai tantangan, membuat darah muda mereka bergolak, para pemain dan official kemudian memanggil si pemilik tanah untuk meminta ijin, supaya mereka di perbolehkan memagari lapangan volly secara pernanen, agar ketika mereka berlatih tidak ada bola yang memantul dan mngenai rumah warga, dan hal ini dibenarkan Fifi Bawel 28, pemilik tanah, ketika info lintas muria menemuinya.
Fifi bawel juga mengatakan, kalau memang mau di pagar ia mempersilahkan, dan itu malah bagus, namun tidak usah sampai batas tanah, karena batas tanahnya itu mepet dengan terasnya Mohtar yang sebelah timur.
Hal ini akan berakibat buruk pada kehidupan sosial, dan di situ juga di buat akses jalan,
bukan hanya untuk Muhtar saja, namun untuk masyarakat sekitar. Ia juga
menambahkan kalau dirinya tidak ingin bermusuhan dngan siapapun, ingin
punya hubungan baik kesemua orang. Karena lapangan yang dibuat main
volly berada di dekat rumah warga, agar bola tidak mengenai rumah, maka akan dipasang pagar paranet saja, sehingga tidak perlu sampai
batas wilayah tanah. Dan yang lagi berselisih duduklah bersama, tinggalkan ego juga
emosi, agar terjadi kesepakatan damai, jangan sampai masalah ini
berlarut larut, apalagi sampai melibatkan hukum. Permasalahan ini cuma
sepele, bola yang masuk rumah itu tidak ada unsur kesengajaan, jadi
tidak usahlah di tanggapi secara emosi, damai itu indah, tegas fifi
bawel.
Lapangan club volly Votka yang menempati tanah milik keluarga Fifi bawel di dukuh beji desa tanjungrejo ini memang berada di perkampungan, dan posisinya dekat dengan rumah warga, namun hal ini selayaknya membuat masyarakat sekitar menjadi senang, selain bisa mendapatkan prestasi yang bisa mengharumkan nama desa. masyarakat sekitar juga terhibur, karena secara berkala club volly votka selalu mengadakan turnamen, yang di ikuti oleh club_club dari luar desa sekabupaten kudus, dan ini bisa di jadikan tontonan secara gratis. Selain itu masyarakat sekitar yang ingin berolahragapun tak perlu jau jauh mencari tempat. Dalam hal ini pun selaras dengan anjuran pemerintah untuk berolah raga, dengan slogannya, Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. | Dayun_Rozi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar